Pembacaan Heruistik dan hermeneutik

Pembacaan Heuristik Terhadap Puisi

“ADAKAH SUARA CEMARA” Taufiq Ismail

Adakah suara cemara

Mendesing menderu padamu

Adakah melintas sepintas

Gemersik dedaunan lepas

 

Deretan bukit-bukit biru

Menyeru lagu itu

Gugusan mega

Ialah hiasan kencena

 

Adakah suara cemara

Mendesing menderu padamu

Adakah lautan ladang jagung

Mengombakkan suara itu

Pembacaan heuristic terhadap puisi diatas:

Bait kesatu

Adakah suara (pohon) cemara (yang) mendesing (dan) menderu padamu. Adakah melintas sepintas (suara) gemersik dedaunan (yang) lepas.

Bait kedua

Deretan bukit-bukit (yang) biru menyeru lagu itu (seperti) gugusan mega (yang merupakan) hiasan kencana.

Bait ketiga

Adakah suara (pohon) cemara (yang) mendesing (dan) menderu padamu. Adakah lautan lading jagung (yang seperti) mengombakkan suara itu.

Pembacaan Hermeneutik Terhadap puisi “Adakah Suara Cemara” Taufiq Ismail

Bait kesatu

Di dalam puisi ini pengarang bertanya kepada seseorang, adakah suara pohon cemara yang mendesing dan menderu padamu yang seakan-akan pohon cemara itu berbicara karena ditiup angin. Masih adakah dedaunan pohon cemara yang berjatuhan (adakah melintas sepintas gemersik dedaunan lepas)

Bait kedua

Hutan-hutan yang masih ada, masih banyak pohon, dan masih membentuk bukit (Deretan bukit-bukit biru) selalu mendesing dan menderu karena ditiup angin (Menyeru lagu itu) seperti gugusan mega yang merupakan hiasan kencana.

Bait ketiga

Melalui syair puisi pengarang bertanya kepada seseorang, adakah suara pohon cemara yang mendesing dan menderu padamu, yang seakan-akan berbicara karena ditiup angin. Adakah kebun jagung mendesing dan menderu seperti pohon cemara kala ditiup angin (lautan lading jagung mengombakkan suara itu).

Pemaknaan Terhadap Puisi “Adakah Suara Cemara” Taufiq Ismail

Bait kesatu

“Suara cemara” adalah metafora dari suara hutan yang mendesing dan menderu, yang seakan-akan ia berbicara karena ditiup angin.

“Gemersik dedaunan lepas” merupakan metafora yang menggambarkan sebuah pertanyaan, masih adakah dedaunan dari pohon cemara yang berjatuhan dan menimbulkan bunyi gemersik ketika bersentuhan dengan yang lainnya

Bait kedua

“bukit-bukit biru” merupakan kumpulan pepohonan yang membentuk bukit-bukit atau sebuah hutan yang masih ada dan terdapat banyak pohon yang mendesing ketika tertiup angin, laksana gugusan mega yang merupakan hiasan kencana.

Bait ketiga

Adakah suara cemara yang mendesing dan menderu padamu. “Suara cemara” adalah gambaran untuk sebuah hutan dan pertanyaan ditujukan untuk seseorang yang telah sengaja membuka lahan atau  menebang hutan untuk keperluan pertanian. “lautan ladang jagung” adalah gambaran luasnya lahan hutan yang dibuka untuk tanaman jagung. “mengombakkan suara itu” merupakan bandingan antara pohon cemara dan ladang jagung, apakah sama fungsi sebuah hutan dan padang jagung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s